Tampilkan postingan dengan label serba-serbi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label serba-serbi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 November 2013

#QUOTES#

"Apapun yang kamu lakukan, lakukanlah untuk dirimu sendiri. Kamu melakukannya karena dirimu. Karena kamu sedang ingin. Karena itulah kamu. Bukan karena orang lain. Dalam hal ini bukan karena pandangan orang lain terhadapmu. Apapun yang mereka persepsikan kepadamu adalah interpretasi mereka sendiri. Bukan tentang siapa dirimu. Disinilah letak keaslian dan kepalsuan yang sebenar-benarnya. Kamu begitu karena memang begitu bukan karena ingin menyenangkan orang lain. Bukan pula agar orang lain bla bla bla terhadap kamu. Karena manusia yang belum bisa memerdekakan dirinya dari pandangan manusia yang lain adalah manusia yang paling sengsara hidupnya. Banyak logika, petuah, dan nasehat yang tersebar di bumi ini. Jika kamu ambil semuanya, maka tak akan sanggup otak menampungnya. Oleh karena itu betapa mengenal diri sendiri adalah sangat penting. Agar mengerti apa yang sesungguhnya kita butuhkan. Lalu kita mengambil secukupnya saja. Sesuai apa yg sedang dibutuhkan. Itulah orang bijak."

"Keraguan seringkali menjadi penghalang kita untuk menikmati hidup. Pikiran terombang ambing. Takut mengambil keputusan yang tidak tepat. Takut menyalahi oramg lain. Lalu terbenam di dada dan menjadikannya serasa sempit. Nafas pun terasa sesak. Oksigen tak dapat mengalir lancar ke otak. Daya pikir melemah. Amarah mengambil alih. Dan akhirnya meledak."

"Kekhawatiran itu manusiawi. Walaupun sesungguhnya tidak ada kekhawatiran yang bemar-benar terjadi. Berapa sih kekhawatiran kita yang pernah menjadi kenyataan? Dan ternyata hidup masih baik-baik saja."

"Orang-orang seringkali memperebutkan kebenaran. Menyalahkan yang tak sepikiran dengan mereka. Padahal sesungguhnya apa yang sedang mereka ributkan tak menjadi masalah jika tak diributkan."

"Yang mengetahui dengan benar batinnya akan menemukan banyak cerita di dalamnya."

"Jika yang disebut sepasang itu adalah yang berbeda, kenapa jika ada perbedaan kita harus ribut?"

"Penderitaan hanya dapat dirasakan oleh pikiran, ketika pikiran mampu melepas, penderitaan lenyap."

"Panggung sandiwara yang besar memerlukan pemeran yang banyak."

"Jika masih mampu melawan kata hati, lawanlah."

"Momen yang datang dengan seketika melebihi harta karun apapun."

"Seekor nyamuk punya peran untuk mendengung di telinga dan menghisap darah kita. Agar Tuhan punya alasan untuk memberi rejeki kepada pemilik dan pekerja di pabrik obat nyamuk."

"Menunggu bukan hal yang membosankan, menunggu dengan sadar dan mengamati amatlah menyenangkan dan lebih baik daripada terburu-buru memaksakan suatu hal."

"Jika Tuhan tak menciptakan bulan, maka ia pasti menciptakan yang lain agar malam tetap indah."

"Manusia cenderung mempersulit. Padahal tuhan telah memudahkannya selama hidup."

"Rendah hati itu cara terbaik merawat persahabatan."

"Kegagalan terbesar manusia adalah ketika ia lupa siapa ia sebenarnya."

"Setiap orang punya rahasia. Dan rahasia punya hak untuk merahasiakan ataupun membocorkan dirinya."

"Segalanya telah diatur pada waktunya sendiri-sendiri. Agar cerita berjalan sempurna."

Selasa, 29 Oktober 2013

Makhluk Kontroversial

Kata "makhluk" dalam kamus besar bahasa indonesia yang berarti sesuatu yang dijadikan atau yang diciptakan Tuhan. Bisa hewan, tumbuhan, dan manusia. Sedangkan kata "kontroversial" dalam kamus besar bahasa indonesia berarti sesuatu yang menimbulkan perdebatan. Maka makhluk kontroversial ini adalah ciptaan Tuhan yang menimbulkan perdebatan.

Dalam hal ini saya akan membahas  tentang orang-orang yang disebut sebagai makhluk kontroversial.
Jika dilihat-lihat, mari kita amati sejenak lingkungan dimana kita tinggal, atau mungkin kantor dimana kita bekerja, atau siapa saja yang pernah kita jumpai dalam hidup kita, pernahkah kalian menemukan sosok yang disebut makhluk kontroversial?  Adakah dari orang-orang yang kau jumpai termasuk dalam kategori makhluk kontroversial? Mengapa saya bertanya "adakah"..? Karena selama pengamatan saya, orang yang dapat disebut sebagai makhluk kontroversial itu jumlahnya sangat sedikit sekali. Mereka-mereka inilah yang biasanya mengundang banyak pertanyaan dan perlawanan dari masyarakat pada umumnya. Biasanya, mereka adalah tipe orang yang radikal dalam pemikiran. Tak malu-malu mengungkapkan apa yang dipikirkannya maupun yang dirasakannya. Ia menerobos batas-batas baik dogma maupun norma dalam masyarakat. Karena ia tak ingin terikat oleh apapun. Ia hidup sebagai pribadi yang bebas.

Ia juga dianggap pembangkang karena ia akan melawan apapun yang menurutnya tidak sesuai dengan apa yang dipikirkannya. Orang-orang seperti ini sangat langka. Biasanya mereka bagian dari orang-orang besar. Orang-orang yang dianggap gila oleh kebanyakan orang. Orang-orang yang dibenci tetapi juga dicintai. Orang-orang mempunyai cita-cita untuk mengubah dunia. Mereka selalu ingin memengaruhi siapapun. Perilaku mereka juga seenaknya. Tak mau dan tak dapat diatur. Mereka memiliki keyakinan yang kuat terhadap apa yang mereka harap dan yakini.

Pada dasarnya orang-orang ini adalah orang-orang yang terasing, yang merasa kesepian, yang sulit dipahami oleh kebanyakan orang. Mereka tak mau menuruti siapapun. Mereka murni menjadi dirinya sendiri.

Adakah seseorang di dalam hidupmu yang termasuk dalam kategori makhluk kontroversial? Ataukah jangan-jangan dirimu sendiri?

Selasa, 15 Oktober 2013

Kekonyolan Manusia

Kekonyolan Manusia :
Tak Menyadari Kapasitas Diri.Tentunya setiap manusia memiliki harapan atau cita-cita. Karena dari harapanlah manusia dapat tumbuh dan berdiri tegak. Sebab jika tanpa harapan dan cita-cita maka hidup manusia akan hampa dan tak tentu arah. Namun harapan jugalah yang meluluh lantakkan jiwa pemiliknya. Terutama ketika sang pemilik cita-cita menetapkan tujuan hidupnya berdasarkan pada standar cita-cita orang lain. Maka tujuan hidup menjadi semacam obsesi semata. Mungkin melihat orang-orang sukses yang dikaguminya. Sehingga lantas ditirunya apa saja yang dilakukan orang tersebut. Lalu kita menetapkan standar kesuksesan dan tujuan berdasar orang itu pula. Bukan masalah sebetulnya. Namun ketika kita tak mengerti seberapa kapasitas diri kita, sudah barang tentu harapan akan menjadi obsesi semata. Kandas di waktu yang tak lama. Ibarat motor ber cc 100 yang memaksakan lari dengan kecepatan 200km/jam seperti motor yang dikendarai Valentino Rossi. Lalu apa yang akan terjadi pada motor tersebut? Ambrol.

Maka menyesuaikan cita-cita dengan kapasitas diri sangatlah penting disamping doa dan usaha yang lebih penting.

Tak
Mengerti Yang Diinginkan.
Banyak orang yang tak benar-benar mengerti apa yang ia ingini. Serta banyak keinginan yang sebenarnya bukan keinginan yang benar-benar ia ingini. Keinginan, mimpi, cita-cita,dan harapanlah yang membuat setiap orang memutuskan untuk melanjutkan hidup. Keinginan akan apa yang hendak dicapai,dialami,dan dirasakan pada masa depan masing-masing orang adalah semacam bahan bakar untuk melanjutkan hidup. Namun, tak semua orang benar-benar mengerti apa yang sebenarnya ia ingini. Itulah yang menjadi soal. Karena seringkali setelah keinginan terwujud , manusia selalu mengejar keinginan yang lain.
Kenginan demi keinginan ia kejar hingga mengorbankan segalanya tanpa meraih apa yang sebenarnya ia inginkan.
Lantas apa yang ia dapat? Lelah. Maka dari itu, hendaknya sebelum melangkah, menjadi sangat penting adalah bertanya kepada diri sendiri apa yang sebenarnya kita inginkan. Agar dalam melangkah kita menjadi mantap dan penuh keyakinan. Dan dihindarkan dari keombang-ambingan dan putus asa yang siap menyerang siapa saja disaat rintangan mengganjal langkah kita.

Menjadikan
Tuhan Pelarian Semata.
Dalam mengejar cita-cita, selain usaha, doa mengambil peran yang lebih penting. Setiap manusia berdoa dan meminta kepada yang mereka anggap memiliki kuasa penuh dan pemilik hak tunggal atas kesuksesan setiap manusia. Karenanya doa menjadi semacam mantra ajaib yang menjadi sarana komunikasi antara manusia dengan Tuhan. Terlebih ketika manusia mengalami masa-masa pahit, duka, dan kegagalan. Maka Tuhan lah yang menjadi satu-satunya tempat berlabuh. Dan meminta tentunya. Namun setelah keinginan diraih,masa-masa penuh sukacita, dan hati terpuaskan seringkali manusia memperlakukan Tuhan seperti seorang suami yang malam-malam membangunkan istrinya, merayu atau meminta untuk melayaninya,kemudian disaat hasrat si suami terpuaskan ia tidur membelakangi istrinya. Baik kah tingkah si suami? Habis manis sepah dibuang. Tuhan memang tak membutuhkan itu, namun menjadikanNya pelarian bukanlah sikap mengabdi yang baik.



Kamis, 03 Oktober 2013

Menulis itu...

Bagi saya, ketika pertama kali menulis, adalah tentang bagaimana mengenali diri sendiri. Dengan menulis maka saya sedang berusaha berkenalan dengan diri sendiri. Ibarat diri itu adalah calon pacar, maka dengan menulis itu saya berarti menyalami, lalu menyelami, dengan tujuan tidak lain dan tidak bukan adalah untuk memahami diri sendiri.

Memulai sebuah kata mungkin tidak terlalu sulit bagi saya, namun merangkainya menjadi sebuah kalimat adalah sebuah langkah awal yang sangat membutuhkan keberanian bagi saya untuk menuangkannya agar menjadi sebuah tulisan yang benar-benar adalah hasil perkenalan saya dengan diri saya sendiri. Meskipun tidak karuan pasti, nantinya tulisan yang akan saya muat di blog ini adalah tentang diri ini. Hahaha.. Sebegitu narsisnya saya!!

Menulis bukan perkara yang sulit. Yang sulit dari menulis adalah menulis dengan karakter kita sendiri. Karena dibutuhkan keberanian untuk menjadi diri sendiri. Bukan hanya tentang teknik dan rangkaian kata-nya. Namun ada sisi-sisi dari dalam batin yang perlu kita kuak agar kita menjadi tau seberapa dalam penghayatan kita terhadap apa-apa yang telah memenuhi ruang batin kita. Entah itu masalah ketuhanan, hubungan terhadap keluarga, sosial, tragedi yang menimpa kita, suka cita dalam pekerjaan, cinta lawan jenis, bahkan mungkin tentang seksualitas.

Bagi saya tidak ada hal yang tabu untuk dituangkan dalam sebuah tulisan. Setiap orang memiliki kebebasan untuk mengekspresikan dirinya. Untuk apa kita menutup-nutupi diri dari kita sendiri dan orang lain (dalam hal ini adalah pembaca) ? Jika terhadap diri sendiri saja kita tak mampu berbuat jujur, bagaimana kita dapat memiliki kepercayaan diri untuk berjumpa dengan orang lain dan terutama diri kita sendiri? Karena yang paling sering kita jumpai di dalam hidup bukanlah orangtua,istri,anak apalagi tetangga, tapi diri kita sendiri.

Maka ibarat kita sedang masa-masa pedekate terhadap calon pacar, seyogyanya kita jujur dan terbuka.Bagaimana hubungan kita akan baik nantinya jika dalam berkenalan kita tak bersikap apa adanya?

Tidak penting baik atau buruk tulisan kita. Tidak penting benar atau salah pandangan kita. Karena inilah diri kita.
Dalam hubungan pedekate dengan calon pasangan kita pun, sangat tidak mungkin jika selama proses perkenalan itu kita tak mengalami kesalahan. Mungkin pertentangan demi pertentangan, pertikaian demi pertikaianpun akan tak terelakkan. Untuk itulah kita saling menyelami dan memahami.Dengan kita menulis, setidaknya kita belajar untuk mengerti seberapa dekat kita terhadap diri kita. Karena kita bisa menjadikannya cermin. Setiap dari kita memerlukan cermin, untuk melihat seperti apa seluruh bagian tubuh kita. Bagaimana kita bisa melihat bentuk dua telinga kita jika tak ada cermin?

Saya teringat sebuah kalimat entah dari kitab suci atau sekedar peribahasa yang bunyinya kita-kira, "Ikatlah ilmu dengan tulisan, karena ilmu itu ibarat binatang liar dan tulisan adalah jaringnya."
Menulislah kawan...